Bandung, UPI – Tim peneliti Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menyelenggarakan Pelatihan Penggunaan Modul Standar Kompetensi Lulusan untuk Optimalisasi Perkembangan Siswa SMP pada September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian bertajuk “Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan Berbasis Tugas Perkembangan untuk Mengembangkan Kapabilitas Personal Peserta Didik” melalui Program Kolaborasi Grup Riset.
Pelatihan ini bertujuan mendukung pemanfaatan modul Standar Kompetensi Lulusan (SKL) berbasis tugas perkembangan sebagai panduan dalam memfasilitasi perkembangan peserta didik di jenjang SMP. Modul tersebut dirancang untuk mendukung perkembangan siswa dalam empat bidang layanan Bimbingan dan Konseling, yaitu pribadi, sosial, belajar, dan karier.
Melalui pelatihan ini, guru diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis dalam menggunakan modul beserta perangkat layanan BK secara terarah dan sistematis. Pemanfaatan perangkat tersebut diharapkan membantu guru dalam merancang dan melaksanakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan serta tahapan perkembangan peserta didik.
Pengembangan SKL berbasis tugas perkembangan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat peran layanan Bimbingan dan Konseling dalam mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. Layanan BK tidak hanya berfokus pada penanganan permasalahan yang dihadapi peserta didik, tetapi juga berperan dalam memfasilitasi pengenalan diri, pengembangan kemandirian, pembentukan relasi sosial yang sehat, serta persiapan masa depan.
Selain memperkuat pemahaman konseptual, kegiatan pelatihan ini menjadi ruang untuk mendorong penerapan hasil penelitian dalam praktik pendidikan. Pendekatan berbasis tugas perkembangan diharapkan dapat membantu guru memberikan pendampingan yang lebih kontekstual sehingga potensi dan kapabilitas personal peserta didik dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Melalui Program Kolaborasi Grup Riset, Prodi BK UPI terus berupaya mengembangkan inovasi pendidikan yang berlandaskan penelitian dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Pengembangan dan pemanfaatan modul SKL ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan layanan BK yang lebih terstruktur sekaligus memperkuat kontribusi bimbingan dan konseling dalam mewujudkan pendidikan yang berorientasi pada perkembangan individu secara utuh.
Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya tercermin dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kemampuan peserta didik untuk mengenali diri, membangun hubungan yang sehat, mengembangkan kemandirian, dan mempersiapkan masa depan. Melalui penguatan layanan BK berbasis tugas perkembangan, peserta didik diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang matang, mandiri, dan berdaya dalam menjalani kehidupannya.