Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan layanan konseling berbasis kebutuhan masyarakat melalui perluasan jangkauan penerapan Adventure Based Counseling (ABC) untuk menangani siswa korban bencana alam dan non-alam di Provinsi Banten.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari penelitian yang diketuai oleh Prof. Dr. Anne Hafina, M.Pd., yang berfokus pada implementasi pendekatan Adventure Based Counseling sebagai strategi pemulihan psikososial bagi peserta didik terdampak bencana. Perluasan jangkauan dilakukan sebagai upaya memastikan keberlanjutan dan replikasi praktik baik konseling berbasis pengalaman (experiential learning) di berbagai wilayah.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan 24 guru BK fasilitator yang berperan sebagai agen penggerak untuk mendiseminasikan penerapan Adventure Based Counseling kepada guru BK lainnya. Para fasilitator tersebut mendampingi dan menguatkan implementasi ABC di tiga regional wilayah Provinsi Banten, yaitu:
Regional Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon
Regional Kabupaten Lebak dan Pandeglang
Regional Tangerang Raya
Sebanyak 90 guru BK dari ketiga regional turut terlibat secara aktif dalam kegiatan ini. Perluasan jangkauan dilaksanakan pada 19–22 November 2025 serta 27–28 November 2025, bertempat di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Serang, SMKN 1 Pandeglang, dan Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS).
Melalui kegiatan ini, guru BK tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai Adventure Based Counseling, tetapi juga pengalaman praktis dalam merancang dan menerapkan intervensi konseling yang reflektif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan resiliensi siswa pascabencana.
Kegiatan perluasan jangkauan ini sejalan dengan komitmen Prodi BK FIP UPI dalam mendukung SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui penguatan kesehatan mental peserta didik, serta SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas profesional guru BK dalam memberikan layanan konseling yang bermutu, humanis, dan kontekstual.