Skip to content

Prodi BK FIP UPI Sambut Kunjungan Studi Banding dari Prodi BK UKSW Salatiga

Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia menyambut kunjungan studi banding dari Program Studi BK Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga pada 25 November 2025. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi akademik lintas institusi yang memperkuat upaya pengembangan pendidikan tinggi Bimbingan dan Konseling di Indonesia.

Rombongan yang terdiri dari empat dosen dan satu mahasiswa UKSW disambut langsung oleh jajaran pengelola Prodi BK FIP UPI, Tim Penjaminan Mutu Program Studi, Kepala Laboratorium BK, pembimbing kemahasiswaan, serta perwakilan Himpunan Mahasiswa BK (HIMA BK). Suasana pertemuan berlangsung hangat dan produktif melalui forum diskusi dan pemaparan program kerja.

Dalam agenda inti, kedua program studi berdiskusi mengenai berbagai aspek pengembangan akademik, meliputi:

Penguatan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang relevan dengan kebutuhan profesi konselor.

Pengembangan dan pengelolaan Laboratorium BK berbasis praktik layanan dan inovasi asesmen psikopedagogis.

Implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk mendukung aksesibilitas pendidikan.

Strategi pelaksanaan Program Latihan Profesi (PLP) yang adaptif terhadap kebutuhan sekolah.

Penguatan ekosistem penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi.

Peran organisasi mahasiswa dalam membangun student agency, kepemimpinan, dan budaya akademik progresif.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Prodi BK FIP UPI dalam mendukung pencapaian:

📘 SDG 4: Quality Education — melalui penguatan mutu pendidikan tinggi, peningkatan kompetensi mahasiswa, dan pengembangan ekosistem akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

🤝 SDG 17: Partnerships for the Goals — melalui kolaborasi institusional, pertukaran praktik baik, serta kerja sama berkelanjutan antar program studi BK di Indonesia.

Kunjungan ditutup dengan sesi dokumentasi dan tur fasilitas, termasuk ruang laboratorium, ruang layanan mahasiswa, dan area pembelajaran berbasis praktik. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan yang memperkuat ekosistem pendidikan Bimbingan dan Konseling pada tingkat nasional.