Skip to content

Prodi BK FIP UPI Gelar Kuliah Umum Bahas Dinamika Kehidupan Dewasa dalam Perspektif Lifespan Development

  • by

Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (BK FIP UPI) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum bertajuk “Meneroka Kehidupan Dewasa: Dari Krisis Identitas hingga Peluang Layanan BK dalam Perspektif Lifespan Development.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026 di Auditorium Lt. B3 FIP UPI dan diikuti oleh mahasiswa, khususnya peserta mata kuliah MKPP Ontop Dewasa Prodi BK FIP UPI.

Kuliah umum menghadirkan narasumber Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd., Guru Besar Bimbingan dan Konseling Keluarga Universitas Ahmad Dahlan, dengan moderator Prof. Dr. Anne Hafina Adiwinata, M.Pd., Guru Besar Bimbingan dan Konseling FIP UPI.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami berbagai dinamika perkembangan pada masa dewasa, mulai dari krisis identitas, tantangan relasi sosial, tuntutan karier, hingga pentingnya peran layanan bimbingan dan konseling dalam mendukung kesejahteraan individu pada setiap tahap perkembangan kehidupan. Perspektif lifespan development menjadi landasan penting dalam melihat bahwa perkembangan manusia berlangsung secara berkelanjutan dan membutuhkan dukungan yang adaptif sesuai tugas perkembangan individu.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas peluang pengembangan layanan BK yang lebih responsif terhadap kebutuhan individu dewasa di tengah perubahan sosial dan tantangan kehidupan modern. Kegiatan ini juga menjadi ruang akademik untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik bimbingan dan konseling lintas rentang kehidupan.

Pelaksanaan kuliah umum ini turut mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pembelajaran dan pengembangan kompetensi akademik mahasiswa, serta SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan pemahaman terkait kesehatan mental, perkembangan psikologis, dan kesejahteraan individu sepanjang rentang kehidupan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan perspektif yang lebih komprehensif dalam memahami perkembangan manusia serta semakin siap menghadirkan layanan bimbingan dan konseling yang humanis, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.