Skip to content

Kick Off Meeting Perencanaan RKPD Jawa Barat Tahun 2027

Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia (BK UPI) turut berkontribusi dalam Kick Off Meeting Perencanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2027 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat di Bandung, pada 16 Desember 2025. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2025–2029.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Sharing Discussion Pembangunan Jawa Barat Tahun 2027 yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga akademisi dan mitra pembangunan. Dalam forum strategis ini, Prof. Dr. Mamat Supriatna, M.Pd., guru besar Program Studi BK UPI, hadir sebagai perwakilan akademisi yang memberikan perspektif keilmuan dalam diskusi perencanaan pembangunan daerah.

Diskusi difokuskan pada sejumlah isu strategis pembangunan Jawa Barat, antara lain penguatan karakter masyarakat, penciptaan lapangan kerja, pengembangan infrastruktur berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat. Kontribusi akademisi BK UPI dalam forum ini mencerminkan peran bimbingan dan konseling dalam mendukung pembangunan manusia yang berkelanjutan, tidak hanya dari aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari dimensi psikososial dan penguatan sumber daya manusia.

Partisipasi BK UPI dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui dukungan terhadap penciptaan lapangan kerja yang layak, SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan infrastruktur berkelanjutan, serta SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui penguatan tata kelola pembangunan yang partisipatif, inklusif, dan kolaboratif.

Melalui keterlibatan aktif dosen BK UPI dalam forum perencanaan pembangunan daerah, Prodi BK UPI terus menegaskan perannya sebagai institusi akademik yang berkontribusi dalam pengambilan kebijakan publik dan pengembangan pembangunan berbasis manusia. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Jawa Barat yang berkelanjutan.