Yuli Nurmalasari (Alumni BK UPI 2007) tidak pernah menyangka bahwa suatu hari ia akan menjejakkan kaki di Universiti Malaya (UM)—universitas dengan peringkat #58 dunia, untuk memulai studi doktoralnya. Dari satu kampung di Tasikmalaya, melalui proses perkuliahan di Bandung, hingga kini di Kuala Lumpur yang langkah akademiknya kini dibiayai penuh oleh beasiswa BPI Puslapdik Kemendikbudristek RI. Kisahnya adalah narasi perjalanan yang melampaui batas geografis, di mana tekad sederhana menjadi kunci pembuka pintu-pintu kesempatan terbesar.

Lulus S1 BK UPI (2011) dan merampungkan S2 (2014), Yuli mengumpulkan pengalaman karier yang beragam sebelum akhirnya resmi bergabung sebagai Dosen BK di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 2019. Setelah mendedikasikan diri, ia kembali menempuh studi lanjut S3 pada 2023.

“Dulu, rasanya mustahil bisa S3, apalagi di luar negeri,” ujarnya.
Namun, bagi Yuli, perjalanan ini bukanlah hasil sprint sendirian, melainkan proses maraton panjang yang harus dijalani selangkah demi selangkah. Ia memandang perjalanan akademik ini terasa lebih ringan karena adanya dukungan, kesempatan, dan doa dari banyak orang.
Masa-masa awal merantau ke Bandung sempat mengalami culture shock. Namun, tekad sederhananya untuk lulus justru mengantarkannya menjadi lulusan terbaik Jurusan BK saat wisuda sarjana 2011 silam. Pengalaman itu mengajarkan Yuli bahwa ketekunan—atau ‘grit’, istilah yang kini menjadi fokus disertasinya—lahir dari tujuan yang dijalani dengan sepenuh hati. Risetnya kini mengeksplorasi panggilan hati (career calling), grit, dan kesejahteraan psikologis. Proses ini membawanya pada pemahaman yang lebih dalam: bahwa jalan yang ia tempuh selama ini adalah manifestasi dari nilai dan makna hidupnya.
Sebagai akademisi, ia memandang peran ini bukan sekadar profesi, melainkan sebuah privilege dan kesempatan emas untuk menumbuhkan generasi konselor baru yang siap membangun dunia pendidikan dengan empati dan ketangguhan. Di sela riset disertasinya, konferensi, dan perannya sebagai ibu serta istri, Yuli tetap aktif berbagi wawasan melalui akun pribadinya serta platform @ruang_bimbingan_konseling di Instagram dan YouTube. Baginya, berbagi adalah cara memastikan segala kebaikan yang diterimanya tidak berhenti pada dirinya sendiri, melainkan menjadi energi positif bagi lebih banyak orang.
Kepada adik-adik mahasiswa BK UPI, Yuli menitipkan pesan bahwa masa studi adalah investasi jangka panjang. Hargai dan maksimalkan setiap kesempatan, sekecil apa pun itu; mulai dari mengasisteni dosen, membantu di laboratorium, hingga aktif di forum-forum akademik luar kampus. Sering kali, pintu kecil itulah yang membuka jalan ke ruang-ruang besar yang belum pernah kita bayangkan. Jalani dengan tulus, jaga hubungan baik, berani mencoba hal baru, dan percayalah bahwa setiap pijakan hari ini sedang menuntun kita pada masa depan yang tidak hanya terang, tapi juga penuh makna.

“Keep putting yourself out there, invest your time where it truly counts, and seriously, don’t sweat the long game. You’ve got an amazing, meaningful future ahead,” tutup Yuli, mengakhiri perbincangan dengan senyum hangat.