Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) menyelenggarakan Workshop Kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pada Jumat–Sabtu, 15–16 Agustus 2025 di Green Forest Lembang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan dan penyempurnaan kurikulum guna memastikan relevansi pembelajaran dengan perkembangan keilmuan serta kebutuhan praktik profesional bimbingan dan konseling.
Workshop ini dihadiri oleh dosen-dosen Prodi BK serta melibatkan pemangku kepentingan internal dan eksternal, termasuk pakar di bidang bimbingan dan konseling. Berbagai masukan dan evaluasi disampaikan oleh para dosen sebagai bahan refleksi dan pengembangan kurikulum yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap dinamika pendidikan tinggi.

Dalam diskusi akademik yang berlangsung, sejumlah isu strategis menjadi perhatian bersama, antara lain penguatan landasan filsafiah dan ilmiah dalam pengembangan keilmuan bimbingan dan konseling, penyelarasan profil kompetensi lulusan pada jenjang sarjana, magister, dan doktor, serta pengembangan karakteristik keilmuan sesuai dengan tingkat kualifikasi pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Pembahasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap jenjang pendidikan memiliki fokus pengembangan kompetensi yang jelas, mulai dari pendekatan monodisipliner pada jenjang sarjana, multidisipliner pada jenjang magister, hingga lintas atau transdisipliner pada jenjang doktoral.
Selain itu, workshop juga membahas pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual melalui kajian proyek, kasus, dan permasalahan nyata di lapangan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara teori dan praktik serta meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan profesional di bidang bimbingan dan konseling.
Pada sesi khusus, dilakukan pembahasan mengenai pedoman penyusunan RPS yang mencakup perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), deskripsi mata kuliah, serta rencana evaluasi pembelajaran. Melalui forum ini, para dosen berupaya menyepakati deskripsi mata kuliah agar tidak terjadi redundansi maupun tumpang tindih materi, sekaligus merancang bentuk evaluasi yang berorientasi pada luaran pembelajaran seperti produk, artikel ilmiah, maupun proyek akademik.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan agenda review deskripsi mata kuliah, termasuk pembahasan pengembangan mata kuliah Media Bimbingan dan Konseling yang merupakan penggabungan dari mata kuliah Literasi ICT dan Media BK. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penyelarasan konten pembelajaran agar lebih efektif dan relevan dengan perkembangan teknologi dalam layanan bimbingan dan konseling.
Melalui kegiatan workshop ini, Prodi BK UPI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kurikulum dan pembelajaran yang adaptif, inovatif, serta berorientasi pada pengembangan kompetensi lulusan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.